Pernah nggak sih kamu dengar omongan kayak gini "kalau mau sukses, ya harus merantau ke kota besar. Di desa mah nggak ada masa depan, paling cuma jadi petani tradisional."
Stigma itu rasanya sudah melekat banget ya di pikiran kita. Akibatnya, banyak desa yang isinya cuma orang tua dan anak kecil, karena pemudanya "kabur" ke kota. Tapi, tunggu dulu. Anggapan kuno itu berhasil dipatahkan telak oleh cerita inspiratif dari Desa Sukamaju.
Desa ini bukan desa fiksi biasa, tapi sebuah role model dari materi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Mereka membuktikan bahwa ketika anak muda turun tangan dan berkolaborasi dengan koperasi, ekonomi desa bisa "naik kelas" secara drastis. Penasaran gimana caranya mereka mengubah wajah desa yang suram jadi penuh cuan? Yuk, kita bedah rahasianya!
Dari Wajah Muram Menjadi Inovasi Digital Dulu, Desa Sukamaju itu potretnya sama persis dengan desa-desa tertinggal lainnya. Petaninya hidup pasrah, wajahnya muram, dan selalu jadi korban permainan harga tengkulak. Tapi, perubahan mulai terjadi ketika mereka mendirikan Koperasi Agribisnis.
Yang bikin beda, koperasi ini nggak dijalankan dengan cara kolot. Koperasi Sukamaju mulai menarik minat anak muda lulusan SMA dan kampus lokal untuk bergabung, baik sebagai karyawan maupun anak magang.
Masuknya darah muda ini membawa angin segar perubahan. Mereka nggak mau cuma jual gabah basah atau sayur mentah. Anak-anak muda ini melakukan inovasi Branding. Mereka membuat label merek keren bernama "Sukamaju Food & Farm" sebagai simbol standar kualitas hasil panen mereka.
Nggak berhenti di situ, mereka juga jago banget bikin konten. Koperasi menjadi semakin kreatif membuat pemasaran digital (digital marketing). Hasilnya? Pasar mereka meluas drastis, produk desa bisa dijual ke luar daerah lewat internet, dan skala bisnis pun terus berkembang.
Teknologi Pertanian: Bertani Tanpa Berlumpur Salah satu alasan kenapa anak muda malas bertani adalah karena gengsi dan capek "berlumpur". Nah, di Desa Sukamaju, koperasi menerapkan teknologi pertanian modern untuk intensifikasi lahan.
Dengan sentuhan teknologi ini, produktivitas lahan meningkat. Mereka bisa menambah jenis dan hasil panen tanpa harus melalui proses yang selalu identik dengan kotor atau berlumpur. Bertani jadi terlihat seksi, canggih, dan profitable di mata anak muda. Koperasi membuktikan bahwa sektor pertanian kalau dikelola dengan manajemen modern, hasilnya nggak kalah sama gaji kantoran di kota.
Wirausaha Muda: Kolaborasi dengan Karang Taruna Koperasi Desa Merah Putih di Sukamaju juga sadar bahwa mereka nggak bisa besar sendirian. Lima tahun setelah berdiri, mereka menggandeng Karang Taruna Desa untuk membuat program kece bernama "Program Wirausaha Muda Sukamaju".
Di program ini, muda-mudi desa dilatih untuk mengembangkan ide bisnis. Mereka diajarkan cara bikin proposal dan rencana usaha (business plan) yang potensial. Tujuannya bukan cuma bikin bisnis ecek-ecek, tapi bisnis yang bisa jadi mitra atau bagian dari rantai pasok koperasi.
Terus modalnya dari mana? Tenang, proposal usaha yang terpilih dan dinilai layak bakal didukung penuh dengan pinjaman produktif dari Koperasi. Jadi, anak muda yang punya ide brilian tapi nggak punya modal, difasilitasi langsung oleh koperasinya sendiri. Keren banget, kan?
Dampak Nyata: Nggak Perlu Merantau Lagi! Hasil dari transformasi ini beneran bikin merinding. Dari yang awalnya cuma 150 anggota, Koperasi Sukamaju berkembang pesat menjadi lebih dari 1.000 anggota. Anggotanya bukan cuma petani, tapi seluruh warga desa yang menjadi konsumen dan pelaku usaha.
Dampak paling terasanya adalah pada demografi desanya. Lapangan kerja di desa jadi bertambah banyak dan beragam. Semakin banyak anak muda yang bisa bekerja dan berkarya di desanya sendiri, sehingga mereka tak lagi perlu mengadu nasib ke kota.
Cerita Desa Sukamaju ini adalah bukti nyata bahwa anak muda adalah kunci perubahan. Koperasi Desa Merah Putih menyediakan wadahnya—lewat modal, fasilitas gudang, dan manajemen—tapi kreativitas dan inovasi teknologi itu datangnya dari kamu, para anak muda.
Jadi, daripada bingung cari kerja di kota yang makin sumpek, kenapa nggak coba bangun "Sukamaju-Sukamaju" baru di desamu? Yuk, gabung dan aktif di Koperasi Desa Merah Putih. Jadikan desamu pusat ekonomi baru yang modern dan lebih mandiri!