Gambar utama untuk Ini Simulasi Keuntungan Jadi Anggota Koperasi Merah Putih!

Ini Simulasi Keuntungan Jadi Anggota Koperasi Merah Putih!

Dipublikasikan pada 27 November 2025

Kalau diajak gabung investasi atau bisnis, pertanyaan pertama warga pasti "Modalnya berapa?". Kalau dibilang jutaan, pasti banyak yang mundur teratur. Tapi, bagaimana kalau saya bilang modal jadi pemilik "perusahaan" desa ini cuma seharga semangkuk bakso sebulan?

Jangan kaget. Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih memang didesain merakyat. Dengan modal yang sangat terjangkau, kamu sudah bisa menikmati fasilitas bisnis modern. Penasaran hitung-hitungannya? Yuk, kita bedah simulasi riilnya berdasarkan data percontohan Desa Sukamaju!

  1. Modal Receh, Kekuatan Raksasa Di Koperasi, ada dua "tiket masuk" yang wajib kamu tahu (berdasarkan success story Desa Sukamaju):
  • Simpanan Pokok (Sekali Seumur Hidup): Rp 50.000,-. Ini dibayar cuma sekali saat mendaftar.
  • Simpanan Wajib (Per Bulan): Rp 20.000,-. Ini iuran rutin bulanan.

Coba bayangkan, Rp 20.000 itu setara apa? Sebungkus rokok? Atau semangkuk bakso? Uang segitu kalau disimpan sendiri di bawah bantal, nggak akan jadi apa-apa.

Tapi, lihat keajaiban Gotong Royong. Di Desa Sukamaju, dengan 150 anggota awal saja:

  • Modal Awal terkumpul: 150 orang x Rp 50.000 = Rp 7.500.000,-
  • Modal Putar Bulanan: 150 orang x Rp 20.000 = Rp 3.000.000,- / bulan

Uang "receh" yang dikumpulkan bareng-bareng ini berubah jadi modal raksasa untuk beli pupuk grosir, beli gabah petani secara tunai, atau stok isi toko sembako.

  1. Bukan Cuma Nabung, Tapi "Patronase" "Terus untungnya buat saya apa?" Nah, ini bedanya koperasi sama bank. Di koperasi, keuntungan (Sisa Hasil Usaha/SHU) dibagi berdasarkan jasa usaha atau Patronase.

Artinya, semakin sering kamu belanja atau bertransaksi di koperasi, semakin besar SHU yang kamu dapat di akhir tahun.

  • Kamu petani? Jual hasil panen ke koperasi -> Dapat poin SHU.
  • Kamu ibu rumah tangga? Belanja beras dan minyak di Gerai Koperasi -> Dapat poin SHU.

Jadi, keuntungan koperasi itu balik lagi ke dompetmu. Sudah dapat harga murah karena belanja di toko sendiri, akhir tahun masih dapat "angpao" pembagian laba.

  1. Akses Modal Sultan (Bukan Kaleng-Kaleng) Koperasi Desa Merah Putih nggak cuma mengandalkan uang iuran warga. Kalau bisnisnya sudah jalan dan butuh modal besar (misalnya mau bangun Cold Storage atau beli Truk), koperasi punya akses pendanaan "jalur khusus".

Sesuai materi regulasi pemerintah, Koperasi Merah Putih didukung oleh:

  • Dana Desa: Sebagian dana desa bisa dialokasikan untuk penyertaan modal demi ekonomi warga.
  • Himbara (Bank BUMN): Bank-bank plat merah punya skema kredit khusus bunga rendah untuk koperasi ini.
  • LPDB (Lembaga Pengelola Dana Bergulir): Ini lembaga khusus dari Kementerian Koperasi yang siap menyuntikkan dana murah.

Jadi, sebagai anggota, kamu nggak perlu takut koperasinya kehabisan modal di tengah jalan. Backing-annya kuat!

  1. Aman dan Diawasi Poin paling penting adalah keamanan. Uang yang kamu setor bukan dipegang pribadi oleh Ketua, tapi masuk ke rekening badan usaha. Penggunaannya diawasi ketat lewat Rapat Anggota Tahunan (RAT) dan audit berkala. Transparan dan akuntabel.

Dengan modal Rp 20.000 sebulan, kamu dapat akses ke pupuk murah, bisa jual panen dengan harga tinggi, bisa pinjam modal usaha, dan dapat bagi hasil tahunan.

Hitungan matematikanya jelas, untungnya jauh lebih besar daripada iurannya. Jadi, jangan ragu lagi. Sisihkan uang jajanmu, dan jadilah pemilik sah dari ekonomi desamu sendiri!