Pemerintah Indonesia melalui Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025 telah menetapkan arah besar pembangunan ekonomi dari desa. Targetnya jelas yaitu membentuk 80.000 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagai pilar swasembada pangan dan pemerataan ekonomi.
Namun, dukungan pemerintah hanyalah langkah awal. Pendanaan, pendampingan, hingga modul kelembagaan sudah disiapkan. Yang menentukan keberhasilan justru ada di tangan kita sebagai warga desa.
Mengapa Koperasi Desa Penting? Selama ini, banyak desa menghadapi masalah klasik, seperti:
- Petani menjual hasil panen dengan harga rendah ke tengkulak
- Anak muda harus merantau karena minim lapangan kerja
- Akses modal usaha terbatas, seringkali hanya lewat rentenir
Untuk itu, koperasi desa merah putih ini hadir sebagai solusi yang nyata, diantaranya:
- Harga lebih adil untuk hasil panen
- Unit simpan pinjam yang aman dan terjangkau
- Gerai sembako & obat murah untuk kebutuhan sehari-hari
- Gudang dingin & logistik agar produk desa bisa masuk pasar lebih luas
- Klinik desa untuk layanan kesehatan dasar.
Sinergi Pemerintah dan Warga Desa Koperasi tidak berdiri sendiri. Ia dibentuk melalui Musyawarah Desa Khusus (MUSDESUS), melibatkan kepala desa sebagai pengawas ex-officio, dan bekerja sama dengan BUMDes, UMKM, kelompok tani, hingga usaha perorangan.
Sebagai bentuk dukungan, pemerintah sudah menyiapkan:
- Pendanaan dari APBN, Dana Desa, Himbara, hingga CSR
- Pendampingan SDM koperasi agar lebih profesional
- Digitalisasi manajemen untuk transparansi dan efisiensi
- Tinggal bagaimana kita sebagai warga desa mau ikut bergabung, berpartisipasi, dan menjaga koperasi agar tetap sehat
Lalu, apa dampaknya untuk desa?
- Meningkatkan kesejahteraan petani dan nelayan
- Membuka lapangan kerja baru bagi anak muda
- Menjadi penyumbang utama Pendapatan Asli Desa
- Menekan inflasi dan kemiskinan ekstrem
Pemerintah sudah mendukung dengan pendanaan dan pendampingan. Tinggal kita sebagai warga desa yang menentukan keberhasilan. Dengan bergabung dalam Koperasi Merah Putih, kamu bukan hanya membantu diri sendiri, tapi juga ikut membangun masa depan desa dan bangsa.
Jadi, tunggu apalagi? Mari berkoperasi!