Pemasaran adalah fondasi keberhasilan koperasi desa. Koperasi desa/kelurahan Merah Putih memiliki peran vital dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Namun, agar produk koperasi dikenal dan diminati, pemasaran menjadi kunci utama. Tanpa pemasaran, produk yang bagus sekalipun bisa gagal menjangkau pembeli.
Apa Itu Pemasaran? Menurut materi pelatihan koperasi, pemasaran adalah cara membuat produk dikenal, disukai, dan dibeli oleh orang lain. Orang membeli karena memiliki kebutuhan, sehingga produk koperasi harus sesuai dengan kebutuhan pembeli.
Tujuan pemasaran koperasi antara lain:
- Membuat produk koperasi laku dijual.
- Memberikan keuntungan bagi koperasi.
- Meningkatkan kesejahteraan anggota koperasi.
Pentingnya Strategi Promosi Bayangkan jika koperasi menjual pisang goreng, tetapi tidak ada yang tahu. Produk tersebut tidak akan laku. Pemasaran berfungsi sebagai “teriakan” yang memberi tahu orang bahwa produk koperasi ada dan layak dibeli.
Contoh sederhana:
- Promosi lewat WhatsApp: “Ayo beli pisang goreng di Ibu Sofi, murah dan kenyang!”
- Promosi mulut ke mulut: cerita dari tetangga atau arisan.
- Spanduk atau brosur di depan warung koperasi.
Dengan komunikasi yang tepat, koperasi bisa menjangkau lebih banyak pembeli.
Produk dan Keunggulan Kompetitif Produk koperasi bisa berupa beras, kopi, simpan pinjam, sayur mayur, sembako, hingga obat-obatan. Agar produk dipilih, koperasi harus menonjolkan keunggulan, seperti lebih murah, lebih segar, buatan sendiri, kualitas bagus, sampai pelayanan yang ramah.
Keunggulan ini harus diceritakan kepada calon pembeli agar koperasi memiliki daya saing dibanding toko lain.
Membaca Peluang Usaha Koperasi desa harus peka terhadap kebutuhan masyarakat. Peluang usaha muncul dari masalah yang belum terpenuhi. Misalnya:
- Warga membutuhkan beras murah → koperasi bisa menjual beras.
- Petani membutuhkan pupuk terjangkau → koperasi bisa menyediakan pupuk.
Dengan mendengar dan mengamati kebutuhan warga, koperasi dapat menemukan peluang usaha baru yang menguntungkan.
Mengenali Pembeli dan Kebutuhan Mereka Pembeli koperasi bisa berasal dari berbagai kalangan yakni warga sekitar, anggota koperasi, sekolah, kantor, petani, nelayan, hingga ibu rumah tangga. Mereka memiliki kebutuhan berbeda, seperti harga murah, barang cepat sampai, bisa bayar nanti, atau kualitas terjamin.
Selain itu, koperasi juga harus aktif bertanya “Apa yang Ibu/Bapak cari?” atau“Kenapa memilih beli di tempat lain?”. Dengan begitu, koperasi memberi ruang untuk mendengar kebutuhan pembeli secara langsung sehingga dapat memperbaiki layanan dan memenuhi kebutuhan pembeli yang lebih baik.
Menerapkan Marketing Mix (4P/7P) Strategi pemasaran koperasi dapat menggunakan konsep Marketing Mix:
- Produk: barang/jasa yang dijual.
- Harga: penetapan harga sesuai biaya dan daya beli warga.
- Tempat (Place): lokasi penjualan, bisa di toko koperasi, warung, atau online.
- Promosi: cara mengenalkan produk, melalui media sosial, brosur, atau iklan.
Sementara untuk jasa, ada tambahan 3P, yaitu People (siapa yang melayani), process (proses pelayanan) dan physical Evidence (bukti fisik seperti tampilan toko, seragam, atau kemasan).
Branding Koperasi Desa Branding adalah citra koperasi di mata masyarakat. Contohnya ketika mendengar “Indomie”, orang langsung teringat cepat saji, enak, dan murah. Koperasi juga harus membangun citra positif, misalnya: “Koperasi sehat, harga bersahabat.”
Branding dilakukan melalui logo, warna, slogan, pelayanan, hingga komunikasi di media sosial. Konsistensi adalah kunci agar koperasi dipercaya.
Era Digital: Pemasaran Online Di era digital, koperasi tidak boleh tertinggal. Konsumen kini lebih sering belanja lewat HP. Pemasaran digital memungkinkan koperasi menjangkau lebih banyak orang dengan biaya lebih murah.
Alat promosi online sederhana:
- WhatsApp Business (katalog produk, balas otomatis).
- Facebook, TikTok, Instagram.
- Marketplace seperti Tokopedia dan Shopee.
Sebagai contoh, koperasi desa yang mulai menjual sembako lewat grup WhatsApp, omzetnya mengalami kenaikan hingga tiga kali lipat.
Pelayanan Ramah Membuat Pembeli Balik Lagi Selain pemasaran, pelayanan juga penting. Pembeli yang puas akan kembali dan merekomendasikan koperasi kepada orang lain. Adapun tips untuk pelayanan koperasi, sebagai berikut:
- Ramah, senyum, dan sapa.
- Tepat waktu, tidak janji palsu.
- Mendengarkan komplain dengan tenang.
- Menjaga kebersihan dan kenyamanan toko koperasi.
Pemasaran adalah kunci keberhasilan koperasi desa. Dengan strategi yang tepat—mulai dari promosi sederhana, branding, hingga pemasaran digital—koperasi dapat meningkatkan penjualan, memperkuat citra, dan menyejahterakan anggota.
Afbenesia hadir untuk mendukung koperasi desa/kelurahan Merah Putih agar semakin maju dan mandiri. Jika kamu membutuhkan pendampingan, jangan ragu untuk menghubungi Afbenesia. Bersama, kita bisa membangun ekonomi kerakyatan yang kuat dan berkelanjutan.