Banyak orang menganggap tata kelola koperasi hanya sebatas memenuhi aturan administratif: rapat anggota tahunan, laporan keuangan, atau pencatatan kegiatan. Padahal, tata kelola yang sehat bukan sekadar formalitas. Ia adalah fondasi agar koperasi benar-benar memberi manfaat bagi anggotanya dan tetap relevan di tengah perubahan zaman.
Prinsip Tata Kelola Sehat
- Transparansi: laporan keuangan dan kegiatan harus mudah diakses dan dipahami anggota.
- Partisipasi aktif: keputusan tidak hanya diambil pengurus, tapi melibatkan suara anggota.
- Akuntabilitas: setiap program dan penggunaan dana harus bisa dipertanggungjawabkan.
- Kemandirian: koperasi tidak bergantung pada pihak luar, melainkan tumbuh dari kekuatan anggota.
- Berorientasi manfaat: setiap kegiatan diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan anggota, bukan sekadar memenuhi agenda tahunan.
Mengapa Bukan Cuma Formalitas
- Membangun kepercayaan: anggota merasa aman karena koperasi dikelola dengan jujur dan terbuka.
- Meningkatkan keberlanjutan: tata kelola yang sehat membuat koperasi mampu bertahan menghadapi tantangan ekonomi.
- Memberdayakan anggota: koperasi bukan hanya organisasi, tapi wadah belajar dan berdaya bersama.
Contoh sebagai praktik nyata, rapat anggota yang tidak hanya membahas laporan, tapi juga membuka ruang diskusi ide baru. Lalu dokumentasi kegiatan yang rapi dan bisa diakses, sehingga anggota tahu progres koperasi. Dan program pelatihan untuk meningkatkan kapasitas anggota, bukan hanya pengurus.
Tata kelola koperasi yang sehat adalah budaya, bukan sekadar kewajiban. Ketika transparansi, partisipasi, dan akuntabilitas dijalankan dengan sungguh-sungguh, koperasi akan tumbuh sebagai organisasi yang kuat, relevan, dan benar-benar menjadi rumah bersama bagi anggotanya.