Pernah nggak sih kamu membayangkan desa tempat tinggalmu menjadi pusat kekuatan ekonomi negara? Di era pemerintahan baru ini, mimpi itu bukan lagi sekadar bunga tidur. Pemerintah memiliki visi besar untuk menjadikan desa sebagai garda terdepan ketahanan pangan nasional, dan kendaraan utamanya adalah Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
Program ini bukan sekadar proyek tambahan, melainkan misi strategis yang lahir langsung dari instruksi Presiden Prabowo Subianto. Beliau melihat bahwa koperasi adalah satu-satunya wadah ekonomi yang paling sesuai dengan asas kekeluargaan dan amanat UUD 1945 Pasal 33.
Keseriusan pemerintah terhadap program ini tertuang jelas dalam Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
Presiden Prabowo menegaskan sikapnya dengan lantang, "Saya ingin membesarkan koperasi! Koperasi adalah alat, koperasi adalah sarana untuk membantu rakyat kita, membantu saudara-saudara kita yang masih lemah ekonominya". Bagi beliau, ekonomi negara tidak boleh hanya dinikmati segelintir orang di kota, tapi harus disusun sebagai usaha bersama yang dimulai dari desa.
Visi besar ini didukung dengan target yang tidak main-main. Pemerintah menargetkan pembentukan 80.000 unit Koperasi Desa Merah Putih yang tersebar di seluruh pelosok Indonesia.
Target ini dikejar secara akseleratif agar peluncuran besarnya dapat dilakukan bertepatan dengan Hari Koperasi Nasional pada tanggal 12 Juli 2025. Presiden bahkan telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) khusus lewat Keputusan Presiden Nomor 9 Tahun 2025 untuk memastikan target ini tercapai tepat waktu. Ini adalah bukti nyata bahwa pemerintah all-out ingin memastikan setiap desa memiliki "benteng" ekonominya sendiri.
Lantas, kenapa harus repot-repot membuat puluhan ribu koperasi? Tujuannya bermuara pada satu prioritas nasional Swasembada Pangan.
Pemerintah sadar bahwa ketahanan negara dimulai dari ketahanan pangan. Koperasi Desa Merah Putih diposisikan untuk berperan aktif di sentra-sentra produksi pangan. Koperasi ini tidak lagi hanya mengurus simpan pinjam, tetapi terjun langsung ke sektor riil seperti pertanian, peternakan, dan perikanan.
Dengan adanya koperasi yang kuat di setiap desa, rantai distribusi pangan bisa diamankan, petani mendapatkan harga yang layak, dan pasokan pangan untuk rakyat Indonesia bisa dipenuhi dari tanah air sendiri, bukan dari impor.
Koperasi Desa Merah Putih adalah panggilan negara untuk kita semua. Ini adalah upaya besar untuk berdikari, berdiri di atas kaki sendiri. Misi besar Presiden Prabowo ini tidak akan sukses hanya dengan instruksi di atas kertas, tetapi butuh partisipasi aktif dari warga desa untuk menghidupkannya. Siapkah desamu menjadi bagian dari sejarah besar ini?